KEMURTADAN PRIBADI
Ibr 3 : 12 “Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya diantara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena murtad dari Allah yang hidup.”
Kemurtadan (Yun. apostasia) dipakai dua kali dalam Perjanjian Baru sebagai kata benda (Kis
1. Menjadi murtad berarti memutuskan hubungan keselamatan dengan Kristus atau mengundurkan diri dari persekutuan yang sangat penting dengan Dia dan iman yang sejati kepada-Nya. Dengan demikian kemurtadan pribadi hanya dapat terjadi pada seseorang yang sebelumnya sudah mengalami keselamatan, kelahiran baru dan pembaharuan melalui roh Kudus (Lukas
a. Kemurtadan teologis, yaitu : menolak semua atau sebagian dari ajaran asli Kristus dan Para Rasul (1 Tim 4;3),
b. Kemurtadan moral, yaitu seseorang yang sebelumnya percaya kini tidak lagi tinggal di dalam Kristus dan sebagai gantinya memperbudak dirinya kepada dosa dan kebejatan lagi (Yes 29:13; mat
2. Alkitab memberikan peringatan yang mendesak mengenai kemurtadan, dengantujuan mengingatkan kita agar waspada terhadap bahaya meninggalkan kesatuan kita dengan Kristus dan mendorong kita untuk bertekun didalam iman dan ketaatan. Maksud ilahi dari ayat-ayat peringatan ini jangan dilemahkan dengan pernyataan, “peringatan-peringatan itu bersifat sunguh-sungguh, tetapi kemungkinan terjadi kemurtadan secara actual tidak ada.” Sebaliknya, kita harus memandang peringatan-peringatan ini sebagai mengacu kepada realitas masa percobaan kita sehingga kita harus betul-betul memperhatikannya jikalau kita ingin mencapai keselamatan pada akhirnya. Beberapa ayat PB yang berisi peringatan adalah : mat 24:4-5, 11-13; Yoh 15:1-6; kis 11:21-23; 14:21-22; 1 Kor 15:1-2; Kol 1:21-23; 1Tim 4:1, 16; 6:10-12; 2Tim 4:2-5; Ibr 2:1-3; 3:6-8, 12-14; 6:4-6; Yak 5:19-20; 2 Ptr 1:8-11; I Yoh 2:23-25.
3. Contoh-contoh kemurtadan yang sesungguhnya terjadi terdapat dalam Kel 32; 2 raj 17:7-23; Mzm 106; Yes 1:2-4; Yer 2:1-9; Kis 1:25; Gal 5:4; 1 Tim 1:18-20; 2Ptr 2:1, 15, 20-22; Yud 4, 11-13.
4. Langkah-langkah orang yang menuju kepada kemurtadan adalah sebagai beikut :
a. Orang-orang percaya, melalui ketidak percayaan, tidak memperhatikan dengan sunguh-sungguh kebenaran, nasihat, peringatan, janji dan ajaran Firman Allah (Mrk
b. Ketika kenyataan-kenyataan dunia ini menjadi semakin nyata dibandingkan dengan kenyataan-kenyataan Kerajaan Allah yang sorgawi, orang-orang percaya secara berangsur-angsur berhenti menghampiri Allah melalui Kristus (Ibr
c. Melalui kelicikan dosa, orang percaya itu makin toleran terhadap dosa dalam kehidupan mereka sendiri (1 Kor 6:9-10; Ef 5:5; Ibr
d. Karena kedegilan hati (Ibr 3:8, 13) serta menolak jalan Allah (
e. Roh Kudus didukakan (Ef
5. Jikalau kemurtadan berjalan terus tanpa dikendalikan, orang-orang percaya itu mungkin akhirnya mencapai titik dimana mereka tidak mendapat kesempatan lagi untu kembali kepada Tuhan.
a. Mereka yang pernah mengalami keselamatan namun kemudian dengan sengaja terus-menerus mengeraskan hati terhadap suara Roh (Ibr 3:7-19), terus berbuat dosa dengan sengaja (Ibr
b. Titik dimana orang tidak bisa bertobat lagi ini tidak dapat ditentukn sebelumnya. Oleh karena itu, satu-satunya pengaman untuk tidak terjerumus kedalam kemurtadan akhir ditemukan dalam nasihat, “pada hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu” (Ibr 3:7-8, 15; 4:7).
6. Haruslah ditekankan bahwa sekalipun kemurtadan merupakan bahaya bagi semua orang percaya yang mulai hanyut dari iman )ibr 2:1-3) dan undur dari Allah (6:6), perbuatan itu tidak akan manjadi lengkap jikalau orang yang bersangkutan tidak dengan sengaja dan terus menerus berbuat dosa terhadap suara Roh Kudus (Mat.
7. Mereka menjauhkan diri dari Allah karena hati yang tidak percaya (Ibr
8. Mereka yang sungguh-sungguh mempunyai perhatian terhadap keadaan rohani dan hati mereka ingin berbalik kepada Allah dalam pertobatan memiliki bukti yang pasti bahwa mereka tidak melakukan kemurtadan yang tidak bisa diampuni. Alkitab dengan jelas menandaskan bahwa Allah tidak ingin seorangpun binasa (2Ptr 3:9; Yes 1:18-19; 55:6-7) dan menyatakan bahwa Allah akanmenerima kembali semua orang yang pernah mengalami kasih karunia yang menyelamatkan jikalau mereka bertobat dan kembali kepada-Nya (Gal 5;4 dengan 4:19; 1 Kor 5;1-5 dengan 2 kor 2:5-11; Luk 15:11-24; Rm 11:20-23; Yak 5:19-20; Why 3:14-20; perhatikan contoh petrus, Mat 16:16; 2674-75; Yoh 21:15-22).
PENGEMBANGAN BERARTI PEMURNIAN
Oleh Amoye Pekei, S.Sos
Emas murni tidak sekedar emas murni namun ia mencair dan mengurangi kelemahan, memperindah dan meyempurnakan asesoris.
Perubahan akan terjadi jika kita relah melepaskan untuk sementara kebiasan kita lalu mengenakan nilai baru bagi kita. Sala satu ciri adanya pengembangan diri ditandai dengan sejauhmana penerimaan kita terhadap hal yang baru.
Kedewasaan dapat di katakan kematangan dari suatu perilaku yang telah menjadi karakter. Kedewasaan adalah hasil dari prubahan yang terjadi ketika proses perubahan terebut berjalan dengan seiring waktu dari totalitas perilaku. Pengembangan, dan pertumbuhan mengikutinya dan kedewasaanpun makin nampak. Kedewasaan yang sesungguhnya adalah kedewasaan yang telah melewati masa sukar dan menghasilkan pemurnian diri. Pembaharuan, pengembangan dan pertumbuhan merupakan suatu totalitas pribadi yang menyatu dalam diri yang disebut sebagai manusia. Pengembangan dapat terlihat dari perilaku yang nampak sebagai perwujudan sifat dan karakter. Karakter terbentuk dari pengulangan perilaku. Sala satu ciri adanya pengembangan diri adalah terlihatnya perilaku yang mendukung karakter.
Analogi pengembangan yang memurnikan dapat diambil dari buah dan emas.
Buah
Sebagai anak Tuhan pengembangan diri kita diperoleh dari keterpaduan penundukan dan ketaatan kita pada kerja kuasa Roh Kudus melalui buah – buah Roh yang akan terlihat. Tetapi buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahterah, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri ( Gal.5 : 22,23). Lawannya adalah buah – buah daging. Perbuatan daging telah nyata, yaitu : percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan, sihir, perseturuan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah kedengkian, kemabukan pesta pora dan sebagainya. ( Gal.5: 19-21). Penundukan kita berarti menghormati sedangkan ketaatan berarti melakukan perintah. Jika melakuan sesuatu yang baru berarti akan bertentangan lama. Perbuatan daging lebih cenderung dan dekat dengan perasaan jika dilakukan pasti akan menyentuh sensitifitas perasaan. Perbuatan yang berkaitan dengan buah Roh akan meyinggung perasaan ia muda lunak namun cepat meledak. Perilaku yang terbentuk dari motivasi perasaan, muda berubah - ubah akhirnya melahirkan pribadi yang ambigu, selalu saja berubah dan lebih bersifat spontan. Model karakter ini seperti orang yang diombang ambingkan dengan gelombang laut. Perlu hasilkan perbuatan yang benar – benar dari hati. Perbuatan Roh sesungguhnya berasal dari Roh yang diakumulasikan dengan perilaku dengan pusatnya dari hati. Untuk itu Tuhan menyarankan agar kita tetap tinggal di dalam Dia supaya dapat berbuah banyak dan tetap, artinya menjadi karakter kita.
Memberikan buah tetap berarti tidak berubah juga mengandung pengertian memberikan manfaat bagi orang yang menikmati. Sisi rohani inilah yang dimaksudkan sebagai kedewasaan diri. Menikmati buah dan memberikan buah sebagai totalitas kita dari penundukan dan ketaatan kita kepada kerja kuasa Tuhan.
Banyak diantara kita berkata cukup pada berbuah dan kita menikmati, namun saat ini ada sesuatu yang beda yaitu bahwa tidak hanya itu tetapi berikan pengaruh bagi orang lain dengan buah yang ada padamu.
Emas
Okelah kita mengakui kelemahan, tetapi ingat kelemahan bukan menjadi penghalang Tuhan bekerja dalam diri kita. Emas yang murni adalah emas yang teruji. Emas yang teruji adalah emas yang diakui. Kondisi statis kita adalah awal dari dimana pribadi kita tidak mau menerima perubahan. Lalu apa yang dimaksudkan dengan pengembangan yang harus terjadi dalam diri kita.
Pengembangan berarti pengembagan diri, membangun jaringan dengan teman dan tim kerja, mengebangkan pelayanan ke segala arah yang mempengaruhi dengan mempertahankan karakter dalam pengembangan struktur dan tata kerja dalam pelayanan kita.
Flash Back ( lihat kembali ) apa buah yang telah dihasilkan apakah tetap ?
Apakah emas itu telah terbentuk dan diterpa dengan masa sukar ?
Lalu apa pengaruhnya bagi diri, teman kerja, dan pelayanan kita ?
Awas
Jangan anggap perubahan itu tidak nampak, perubahan itu nampak dan dia bergerak. Perhatikanlah dengan seksama waktu yang terus berputar apakah penggodokan perilaku itu telah menghasilkan sesuatu yang baru yang maju atau bergerak mundur. Jangan hanyut dengan rutinitas statis kita yang tidak memberikan pengaruh apa – apa. Jangan perilaku tersebut adalah perilaku spontan dengan momentum rutinitas yang pada akhirnya hanya melahirkan monument yang bernilai kenangan. Hasilkanlah karakter prima yang bermula dari iven yang memberi pengaruh pada kegerakan yang menularkan kualitas karakter tersebut.
Hati – Hati
Hati adalah pusat kehidupan dan pusat kematian. Karena itu jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah akan terpancar kehidupan. Hati adalah tempat peperangan yang sengit antara daging dengan Roh. Kecenderungan kita akan nampak dari penundukan kita pada 2 pihak terssebut.
Hati - Hatilah Dengan Hati Karena Dari Hati Akan Memberikan Kamu Hati
Kemurnian diri adalah integritas pribadi sesungguhnya dan perubahan janganlah diartikan keluar dari kemurnian tetapi yang menyempurnakannya